Apa yang perlu diperhatikan dalam menerapkan prinsip asesmen pada pembelajaran paradigma baru?
A. Prinsip Asesmen
- Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, memfasilitasi pembelajaran, dan menyediakan informasi yang holistik sebagai umpan balik untuk pendidik, peserta didik, dan orang tua agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya.
- Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran.
- Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar dan menentukan keputusan tentang langkah selanjutnya.
- Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai serta strategi tindak lanjutnya.
- Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran
Perhatikan dibawah ini!
| No | Prinsip Asesmen | Hal-hal yang Perlu Dilakukan | Hal-hal yang Perlu Ditinggalkan |
| 1 | Asesmen merupakan bagian terpadu dari proses pembelajaran, fasilitasi pembelajaran, dan penyediaan informasi yang holistik, sebagai umpan balik untuk guru, peserta didik, dan orang tua agar dapat memandu mereka dalam menentukan strategi pembelajaran selanjutnya | • Asesmen merujuk pada kompetensi yang di dalamnya tercakup ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan • Asesmen dilakukan terpadu dengan pembelajaran • Melibatkan peserta didik dalam melakukan asesmen, melalui penilaian diri (self assessment), penilaian antarteman (peer assessment), refleksi diri, dan pemberian umpan balik antarteman (peer feedback). • Pemberian umpan balik dilakukan dengan mendeskripsikan usaha terbaik untuk menstimulasi pola pikir bertumbuh dan memotivasi peserta didik. | • Asesmen pada ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan dilakukan secara terpisah-pisah • Asesmen dilakukan terpisah dari pembelajaran • Asesmen hanya dilakukan oleh pendidik • Umpan balik berupa kalimat pujian yang pendek, misal bagus, keren, pintar, pandai, cerdas, dan sebagainya. Pemberian kritik tanpa penjelasan untuk perbaikan |
| 2 | Asesmen dirancang dan dilakukan sesuai dengan fungsi asesmen tersebut, dengan keleluasaan untuk menentukan teknik dan waktu pelaksanaan asesmen agar efektif mencapai tujuan pembelajaran | • Membangun komitmen dan menyusun perencanaan asesmen yang berfokus pada asesmen formatif • Menggunakan beragam jenis, teknik, dan instrumen penilaian formatif dan sumatif sesuai dengan karakteristik mata pelajaran, Capaian Pembelajaran, tujuan pembelajaran dan kebutuhan peserta didik • Asesmen dilakukan dengan alokasi waktu yang terencana • Mengomunikasikan kepada peserta didik tentang jenis, teknik, dan instrumen penilaian yang akan digunakan. Harapannya, peserta didik akan berusaha mencapai kriteria yang terbaik sesuai dengan kemampuannya | • Berfokus pada asesmen sumatif • Tidak menggunakan instrumen penilaian atau menggunakan instrumen asesmen, namun tidak sejalan dengan karakteristik mata pelajaran, Capaian Pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan kebutuhan peserta didik • Asesmen dilakukan mendadak • Jenis, teknik, dan instrumen asesmen hanya dipahami oleh pendidik sehingga peserta didik tidak memiliki gambaran kriteria terbaik yang dapat dicapai. |
| 3 | Asesmen dirancang secara adil, proporsional, valid, dan dapat dipercaya (reliable) untuk menjelaskan kemajuan belajar dan menentukan keputusan tentang langkah selanjutnya | • Asesmen dilakukan dengan memenuhi prinsip keadilan tanpa dipengaruhi oleh latar belakang peserta didik • Menerapkan moderasi asesmen, yaitu berkoordinasi antarpendidik untuk menyamakan persepsi kriteria sehingga tercapai prinsip keadilan • Menggunakan instrumen asesmen yang mampu mengukur capaian kompetensi dengan tepat | • Asesmen lebih menguntungkan peserta didik karena latar belakang tertentu • Adanya unsur subjektivitas dalam asesmen • Menggunakan instrumen asesmen yang tidak sesuai dengan tujuan dan aktivitas pembelajaran |
| 4 | Laporan kemajuan belajar dan pencapaian peserta didik bersifat sederhana dan informatif, memberikan informasi yang bermanfaat tentang karakter dan kompetensi yang dicapai, serta strategi tindak lanjut | • Jelas dan mudah dipahami oleh semua pihak • Ketercapaian kompetensi dituangkan dalam bentuk angka dan deskripsi • Laporan kemajuan belajar hendaknya didasarkan pada bukti dan pencatatan perkembangan kemajuan belajar peserta didik • Laporan kemajuan belajar digunakan sebagai dasar penerapan strategi tindak lanjut untuk pengembangan kompetensi peserta didik | • Bahasa yang kompleks dan terlalu ilmiah, penggunaan kata atau kalimat negatif • Laporan kemajuan belajar tidak didasarkan pada bukti dan pencatatan perkembangan kemajuan belajar atau didasarkan hanya pada bukti yang tidak mencukupi • Laporan kemajuan belajar tidak didasarkan pada bukti dan pencatatan perkembangan kemajuan belajar atau didasarkan hanya pada bukti yang tidak mencukupi • Laporan kemajuan belajar hanya dijadikan sekumpulan data atau dokumen tanpa adanya tindak lanjut |
| 5 | Hasil asesmen digunakan oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua/wali sebagai bahan refleksi untuk meningkatkan mutu pembelajaran | Satuan pendidikan memiliki strategi agar hasil asesmen digunakan sebagai refleksi oleh peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, dan orang tua untuk meningkatkan mutu pembelajaran | • Hasil asesmen hanya dijadikan data dan tidak ditindaklanjuti untuk meningkatkan mutu pembelajaran • Hasil asesmen dijadikan perbandingan antar peserta didik |
Untuk mengetahui informasi seputar pembelajaran lainnya secara Lengkap dan pemberitahuan terbaru seputar proses pembelajaran daring, bapak ibu guru dapat beragubung di Grup WhatsApp dan Telegram kami Klik di sisni.

