Prinsip Pembelajaran Paradigma Baru


Pembelajaran dilaksanakan dengan mengacu pada prinsip pembelajaran sebagai berikut:

  1. Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan.
  2. Pembelajaran dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.
  3. Proses pembelajaran mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik.
  4. Pembelajaran yang relevan, yaitu pembelajaran yang dirancang sesuai konteks, lingkungan dan budaya peserta mdidik, serta melibatkan orang tua dan masyarakat sebagai mitra.
  5. Pembelajaran berorientasi pada masa depan yangberkelanjutan.
NoPrinsip PembelajaranHal-hal yang perlu dilakukanHal-hal yang perlu ditinggalkan
1Pembelajaran dirancang dengan mempertimbangkan tahap perkembangan
dan tingkat pencapaian peserta didik saat ini, sesuai kebutuhan belajar, serta mencerminkan karakteristik dan perkembangan yang beragam sehingga pembelajaran menjadi bermakna dan menyenangkan
1. Melakukan analisis terhadap kondisi, latar belakang, tahap perkembangan dan pencapaian peserta
didik sebelumnya dan melakukan pemetaan
2. Melihat tahap perkembangan sebagai kontinum yang berkelanjutan sebagai dasar merancang
pembelajaran dan asesmen
3. Menganalisis lingkungan sekolah, sarana dan prasarana yang dimiliki peserta didik, pendidik dan sekolah untuk mendukung kegiatan pembelajaran.
4. Menurunkan alur tujuan pembelajaran sesuai dengan tahap perkembangan ,peserta didik
5. Melihat segala sesuatu dari sudut pandang peserta didik
1. Langsung menerapkan modul ajar tanpa melihat kebutuhan peserta didik.
2. Mengabaikan tahap perkembangan maupun pengetahuan yang dimiliki peserta didik sebelumnya
3. Menyamaratakan metode pembelajaran.
4. Melihat segala sesuatu dari kepentingan pejabat sekolah atau pendidik
5. Pembelajaran terlalu sulit sehingga menurunkan motivasi peserta didik
6. Pembelajaran terlalu mudah sehingga tidak menantang dan membosankan
2Pembelajaran dirancang
dan dilaksanakan untuk
membangun kapasitas
peserta didik untuk
menjadi pembelajar
sepanjang hayat
• Mempertimbangkan
berbagai stimulus yang
bisa digunakan dalam
pembelajaran
• Memberikan
kesempatan kolaborasi,
memberikan
pertanyaan pemantik
dan mengajarkan
pemahaman bermakna
• Pembelajaran yang
sarat dengan umpan
balik dari pendidik
dan peserta didik ke
peserta didik
• Pembelajaran yang
melibatkan peserta
didik dengan
menggunakan
kekuatan bertanya,
dengan memberikan
pertanyaan yang
membangun
pemahaman bermakn
• Pendidik hanya
selalu memberikan
pemaparan dalam
bentuk ceramah dan
instruksi tugas
• Memberikan
pertanyaan selalu
dalam bentuk soal dan
dinilai benar atau salah,
tanpa umpan balik
• Memberikan porsi
paling banyak pada
asesmen sumatif atau
ujian/ tes akhir
3Proses pembelajaran
mendukung
perkembangan
kompetensi dan karakter
peserta didik secara
holistik.
• Menggunakan berbagai
metode pembelajaran
mutakhir yang
mendukung terjadinya
perkembangan
kompetensi seperti
belajar berbasis
inkuiri, berbasis
projek, berbasis
masalah, berbasis
tantangan, dan
metode pembelajaran
diferensiasi
• Melihat berbagai
perspektif yang
mendukung kognitif,
sosial emosi, dan
spiritual
• Melihat profil Pancasila
sebagai target
tecermin pada peserta
didik
• Menggunakan
satu metode yang
itu-itu saja tanpa
melakukan evaluasi
terhadap metode yang
digunakan
• Menggunakan hanya
satu perspektif
misalnya hanya melihat
kemampuan kognitif
peserta didik, tanpa
melihat faktor lain
seperti sosial, emosi,
atau spiritual
• Melihat profil Pancasila
sebagai sesuatu yang
harus diajarkan dan
dihafal
4Pembelajaran
yang relevan, yaitu
pembelajaran yang
dirancang sesuai
konteks, lingkungan dan
budaya peserta didik,
serta melibatkan orang
tua dan masyarakat
sebagai mitra
• Pembelajaran yang
berhubungan dengan
konteks dunia nyata
dan menjadi daya tarik
peserta didik untuk
belajar
• Melibatkan orang tua
dalam proses belajar
dengan komunikasi
dua arah dan saling
memberikan umpan
balik
• Memberdayakan
masyarakat sekitar
sebagai narasumber
primer dan sekunder
dalam proses
pembelajaran
• Pembelajaran dengan
konteks yang tidak
relevan dan tidak
menarik untuk peserta
didik
• Komunikasi dengan
orang-tua perserta
didik satu arah, dan
hanya menagih tugas
• Interaksi dengan
peserta didik hanya
memberikan dan
menagih tugas
• Peserta didik tidak
punya akses langsung
untuk terlibat ataupun
melibatkan masyarakat
setempat
5Pembelajaran
berorientasi pada
masa depan yang
berkelanjutan.
• Umpan balik yang
terus-menerus dari
pendidik untuk peserta
didik maupun dari
peserta didik untuk
peserta didik
• Pembelajaran
yang membangun
pemahaman bermakna
dengan memberi
dukungan lebih banyak
di awal untuk kemudian
perlahan melepas
sedikit demi sedikit
dukungan tersebut
untuk akhirnya menjadi
pelajar yang mandiri
dan merdeka
• Pendidik melakukan
berbagai inovasi
terhadap metode dan
strategi pengajarannya
• Mengajarkan
keterampilan abad 21
• Proses belajar
bertujuan tes atau
ujian akhir.
• Pembelajaran dengan
kegiatan yang sama
dari tahun ke tahun
dengan soal tes dan
ujian yang sama.
• Hanya mengetes
atau menilai
keterampilan abad 21
tanpa mengajarkan
keterampilannya.

Untuk mengetahui informasi seputar pembelajaran lainnya secara Lengkap dan pemberitahuan terbaru seputar proses pembelajaran daring, bapak ibu guru dapat beragubung di Grup WhatsApp dan Telegram kami Klik di sisni.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *