Materi Tes Bahasa Indonesia, Latihan Soal CPNS 2021 dan P3K

.tg {border-collapse:collapse;border-spacing:0;} .tg td{border-color:black;border-style:solid;border-width:1px;font-family:Arial, sans-serif;font-size:14px; overflow:hidden;padding:10px 5px;word-break:normal;} .tg th{border-color:black;border-style:solid;border-width:1px;font-family:Arial, sans-serif;font-size:14px; font-weight:normal;overflow:hidden;padding:10px 5px;word-break:normal;} .tg .tg-c3ow{border-color:inherit;text-align:center;vertical-align:top} .tg .tg-0pky{border-color:inherit;text-align:left;vertical-align:top}

Latihan dan Pembahasan Materi CPNS dan P3K 2021
Latihan dan Pembahasan Materi CPNS dan P3K 2021

sinyanur.my.id,  Tes Bahasa Indonesia adalah tes kemampuan untuk mengetahui kemampuan berbahasa. Tes ini terdiri atas soal-soal dengan materi yang berbeda. Strategi untuk mengerjakan tes Bahasa Indone- sia adalah dengan cara membacanya secara hati-hati dan teliti. Pilihan jawaban yang digunakan dalam tes ini sering kali mirip untuk mengecoh. Ketelitian dan pengetahuan kebahasaan diperlu- kan untuk mengerjakan tes Bahasa Indonesia. 


Jenis Tes Bahasa Indonesia Tes Bahasa Indonesia terdiri atas beberapa jenis meliputi kalimat baku, kalimat efektif, kalimat majemuk, 

1. Kalimat Baku 

Kalimat baku dalam bahasa Indonesia adalah kalimat yang efektif digunakan untuk menyampaikan gagasan secara tepat dan menggunakan kata-kata baku. Kalimat baku disusun sesuai dengan tata tulis, peraturan, dan kaidah yang dibakukan di dalam bahasa Indonesia. Hal penting yang harus diperhatikan dalam kalimat baku antara lain keefektifan kalimat, penggunaan huruf kapital pada awal kalimat, dan penggunaan tanda baca seperti tanda koma (), tanda titik (.), tanda seru (!), serta tanda tanya (?). 

Ciri-ciri kalimat baku, yaitu a. tidak dipengaruhi oleh bahasa daerah atau bahasa asing; b. bukan ragam percakapan; c. tidak rancu; d. tidak mengandung kata yang berlebih dari apa yang diperlukan (pleonasme) dan menggu- nakan imbuhan secara tegas; c. tidak hiperkorek, yaitu menghendaki kalimat yang sempurna berlebihan, tetapi hasilnya malah sebaliknya. 

2. Kalimat Efektif 

Kalimat efektif adalah kalimat yang sesuai dengan tata tulis yang ada di dalam bahasa Indonesia. Kalimat disebut efektif jika ditulis baku dan sesuai dengan aturan yang ada. Kalimat efektif tidak menggunakan diksi. Kalimat efektif juga berarti kalimat yang sesuai dengan kaidah dan enak dibaca. 

Berikut yang menyebabkan kalimat disebut dengan kalimat efektif: a. memiliki struktur bahasa yang seimbang. Disebut memiliki struktur yang seimbang jika ter- dapat subjek dan predikat yang jelas; b. menggunakan kata-kata yang sepadan atau sederajat. Misalnya, awalan dengan nomina maka seterusnya harus terdapat nomina; c. ketegasan kata dengan tidak terdapat pengulangan kata atau penggunaan kata yang tidak sesuai.

3. Kalimat Majemuk 

Kalimat majemuk adalah kalimat yang mempunyai dua pola atau lebih. Kalimat majemuk di- bagi menjadi beberapa jenis. a. Kalimat Majemuk Setara Kalimat majemuk setara adalah kalimat yang terdiri atas beberapa pola dan kedudukan pola kalimat tersebut setara. b. Kalimat Majemuk Bertingkat Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat yang terdiri atas dua pola atau lebih dan kedudukan kalimat-kalimat tersebut bertingkat. c. Kalimat Majemuk Campuran Kalimat majemuk campuran adalah kalimat yang merupakan gabungan dari kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat.

4. Kalimat Langsung dan Tak Langsung 

Kalimat tidak langsung adalah kalimat yang diucapkan oleh orang lain. Ciri-ciri kalimat tidak langsung, yaitu a. tidak menggunakan tanda petik; b. nada pada saat mengucapkan datar; c. berupa kata berita; d. menggunakan kata ganti orang pertama, kedua, dan ketiga. b. Kalimat langsung adalah kalimat yang menirukan ucapan orang lain. Ciri-ciri kalimat langsung, yaitu a. dalam penulisannya menggunakan tanda petik; b. mempunyai intonasi; c. huruf pertama pada petikan dimulai dengan huruf kapital; d. bagian kutipan merupakan kalimat tanya, berita, ataupun perintah. 

5. Penulisan Tanda Baca Tanda baca terdiri atas (,), (.), (?), (!), dan lain-lain. 

Penulisan kalimat harus sesuai dengan tanda baca. Fungsi tanda baca secara umum sebagai berikut. a. Titik (.) secara umum digunakan dalam kalimat berita, singkatan nama orang, singkatan tempat, menuliskan angka, dan lain-lain. b. Koma (,) secara umum digunakan untuk pemerinci, pemisah anak kalimat dengan induk kalimat, pemisah pada petikan langsung, dan lain-lain. c. Titik koma (;) digunakan untuk memisahkan bagian-bagian kalimat yang sejenis dan memi- sahkan kalimat setara di dalam kalimat majemuk. d. Tanda tanya (?) digunakan dalam kalimat tanya. e. Tanda seru (!) digunakan dalam ungkapan yang bernada perintah. f. Titik dua (:) digunakan dalam pernyataan lengkap yang diikuti dengan rangkaian. 

6. Makna Kata Makna kata terdiri atas dua, yakni makna kata konotatif dan makna kata denotatif. 

Makna denotasi adalah makna sebenarnya, sedangkan konotasi adalah bukan makna sebenarnya. Makna kata konotasi misalnya panjang tangan, panjang tangan, besar kepala, dan tangan kanan. Contoh kata denotasi adalah kaki meja, tangan yang panjang, oleh-oleh, dan lain-lain.

7. Imbuhan 

Imbuhan di dalam bahasa Indonesia terdiri atas beberapa macam, yakni yang berupa awalan, akhiran, dan sisipan. a. Awalan ber- Awalan ber- dapat membentuk kata kerja, yang mempunyai makna ‘saling’ ‘mempunyai’ ‘menggunakan’ ‘melakukan’ terdiri atas, dan lain-lain. Contoh: berkelahi, bermain, dan lain- lain. b. Imbuhan se- Imbuhan se- mempunyai fungsi untuk membentuk kata bilangan. Contoh: selembar, sebu- ah, dan lain-lain. c. Imbuhan me- Imbuhan me- mempunyai fungsi membentuk kata kerja. Makna imbuhan me- bisa ‘menjadi’ ‘mencari’ ‘membuat!. Contoh: menghijau, merumput, menyambal, dan lain-lain. d. Imbuhan di- Imbuhan di- mempunyai fungsi untuk membentuk kata kerja pasif. Contoh: dibeli, dijual, dan dibuang. e. Imbuhan ke- Fungsi imbuhan ke- untuk membentuk kata benda atau kata bilangan. Contoh: kedua, keka- sih, dan ketua. f. Imbuhan -in- Fungsi imbuhan ini untuk membentuk kata kerja. Contoh: kinerja. 

8. Inti Kalimat dan Pemenggalan 

Kata Inti kalimat adalah kalimat yang merupakan kalimat inti dari sebuah kalimat yang panjang. Ciri-ciri inti kalimat: a. hanya terdiri atas unsur S/P/O/K/Pel; b. berpola kalimat S-P; c. biasanya berupa kalimat berita. Sementara itu, pemenggalan kata adalah pemenggalan dari kata berimbuhan yang pemeng- galannya harus sesuai dengan kata dasar. Contoh: bertransformasi, pemenggalan kata menja- di ber-trans-for-ma-si. Selain itu, pemenggalan kata juga didasarkan: a. jika terdapat dua huruf vokal yang berurutan pemenggalannya, menjadi bu-ah, ke-lu-ar; b. jika terdapat dua konsonan yang berurutan pemenggalannya, menjadi ap-ril, man-di; c. jika terdapat dua huruf konsonan yang berurutan, akan menjadi ben-trok, ul-tra; d. memisahkan imbuhan, misalnya saja tahunan menjadi tahun-an, makanan menjadi makan-an.

9. Sastra 

Karya sastra yang dikenal adalah puisi, fiksi, dan drama. Fiksi terbagi menjadi cerpen dan novel. Cerpen adalah cerita pendek yang mempunyai tokoh dan alur cerita sederhana. Berbeda dengan novel, novel adalah karya sastra yang mempunyai tokoh dan alur yang kompleks. Sementara itu, drama adalah karya sastra berupa dialog dan lakuan. Berikut adalah sebagian karya sastra dan pengarangnya. a. Novel Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari. b. Novel Supernova karya Dewi Lestari. c. Novel Laskar Pelangi karya Andrea Hirata. d. Novel Saman karya Ayu Utami. e. Novel Cinta Sepanjang Amazon karya Mira W.

Tip-trik Tes Bahasa Indonesia

1. Kalimat baku bisa menjadi kalimat tidak baku dipengaruhi oleh beberapa hal, antara lain: a. pengaruh bahasa daerah, bahasa tutur, atau bahasa asing; b. kerancuan; c. penggunaan kata yang mubazir; d. kesalahan menyusun kata.

2. Kalimat menjadi tidak efektif karena: 1. repetisi atau pengulangan yang tidak perlu; 2. pengulangan subjek; 3. boros kata; 4. tidak logis.

3. Pada kalimat majemuk, dapat disimpulkan tips mengerjakannya yaitu 1. Kata hubung kalimat majemuk setara: dan, tetapi, bahkan, atau, lalu, dan lantas. 2. Kata hubung kalimat majemuk bertingkat: jika, kalau, manakala, maka, sehingga, dengan, bahwa, sehingga, andaikata, meskipun, walaupun, dan supaya. 3. Kata hubung majemuk campuran adalah kata penghubung pada kalimat majemuk setara dan bertingkat.

4. Tip-trik pada kalimat langsung dan tidak langsung adalah Hal yang sering terlewat ketika mengerjakan soal kalimat langsung dan tidak langsung adalah tanda petik, huruf kapital, dan kata ganti.

5. Kesalahan yang sering terjadi dalam menjawab soal tanda baca adalah tidak memperhatikan tanda baca yang digunakan dan fungsi tanda baca.

6. Makna kata biasanya muncul untuk mengiaskan. Misalnya, panjang tangan. Secara denotasi berarti ‘tangan yang panjang, secara konotasi berarti ‘suka mencuri.

7. Menjawab soal yang terkait dengan imbuhan dapat dilakukan dengan mengartikan kata yang mendapat imbuhan dan mengartikan kata berimbuhan tersebut.

8. Yang biasa mengecoh jawaban adalah pemenggalan kata berdasarkan suku kata. Padahal, dalam kata imbuhan pemenggalan kata bukan berdasarkan suku kata.

9. Kesulitan di dalam mengerjakan soal sastra biasanya disebabkan kurangnya membaca karya sastra Indonesia. Oleh karena itu, jika ingin dapat menjawab, harus banyak membaca.

Setelah selesai menggunakan fasilitas Latihan Soal CAT CPNS 2021 di sinyanur.my.id harap bantu dengan melakukan share materi, subscribe dan like YouTobe agar website dan channel kami bisa berkembang lebih baik.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *